Family
10 Family Goals yang Mudah Dicapai pada Tahun Baru
SHARE THIS POST
0 0 0 0

Menjelang akhir tahun, banyak orang mulai menetapkan resolusi tahun baru. Masalahnya, tingkat kesuksesan resolusi tahun baru ini sangat rendah. Riset menunjukkan setiap tahun hanya sekitar 8% orang yang serius berusaha mencapainya.

Namun, ada pandangan baru mengenai penerapan resolusi tahun baru. Katanya sih, potensi keberhasilannya lebih besar kalau diterapkan untuk seluruh anggota keluarga ketimbang secara individual. Karena, sebagai keluarga Anda bisa saling memotivasi satu sama lain. Anda tidak akan merasa sendiri karena harus mengurangi asupan kolesterol sementara suami dan anak-anak masih makan enak di samping Anda. Menetapkan tujuan bersama sebagai keluarga juga akan lebih mengeratkan hubungan Anda!

Agar lebih sukses, tentukan juga family goals yang mudah dicapai seperti hal-hal berikut ini.

Sumber: Freepik

Kebanyakan resolusi tahun baru berfokus pada hal-hal yang ingin dicapai. Tahun ini, buatlah agar Anda sekeluarga lebih mampu bersyukur dengan segala anugerah yang Anda terima. Hanya dengan bersyukur, Anda lebih mampu menyadari begitu banyak hal yang sudah didapat. Coba buat check list sebagai pengingat tentang semua anugerah dan pencapaian Anda.

Sumber: Freepik

Keluarga yang saling bertemu setiap hari saja masih bisa mengalami kesalahpahaman. Penyebabnya karena kurangnya kemauan mendengar dan memahami apa yang dialami masing-masing anggota keluarga. Tidak heran, anak merasa tidak dihargai, atau orangtua merasa kecewa dengan anak-anaknya. Yuk, jadilah orangtua, kakak, adik, atau anak yang lebih mau mendengarkan.

Sumber: Freepik

Screen time, entah itu nonton TV, main game, atau main HP, tanpa disadari sudah sangat menyita waktu. Oleh karena itu, usahakan untuk menguranginya tahun depan. Buat kesepakatan untuk mengurangi pemakaian gadget ketika anak-anak masih bisa diatur. Tentunya, ayah dan ibu pun harus ikut memberi contoh. Sebagai gantinya, hidupkan kembali permainan-permainan berkelompok seperti main kartu, scrabble, Lego, atau memasak dan unboxing mainan bareng.

Sumber: Freepik

Banyak orang yang tidak menyadari bahwa dirinya mengalami gangguan mental atau luka batin. Masalah ini bisa bermula dari hal-hal sederhana yang terjadi sejak kecil, lho. Ketika mengajarkan anak naik sepeda tanpa roda pembantu, jangan biarkan ia ketakutan sendiri. Ikutlah menapaki jalan menurun bersamanya. Kurangi kebiasaan membanding-bandingkan anak dengan anak orang lain, karena hal itu akan membuatnya merasa tidak percaya diri dan tidak dicintai.

Sumber: Instagram

Kampanye untuk sadar lingkungan atau mengurangi plastik semakin gencar. Alangkah baiknya kalau hal ini pun mulai diterapkan dalam lingkup keluarga. Selalu siapkan tas belanja dari rumah, tumbler, kotak makan berikut sendok garpu sendiri, juga sedotan aluminium sebagai pengganti sedotan plastik.

Sumber: Freepik

Olahraga, atau sekadar banyak bergerak dan aktif di luar rumah, selalu menjadi resolusi tahun baru. Namun percayalah, niat itu akan lebih mudah dijalankan kalau Anda melakukannya bersama keluarga. Ketimbang nge-gym, tentukan saja waktu rutin untuk berenang, bersepeda, jalan pagi, atau mungkin mengajak si kecil ikut klab dance, main ke playground, atau naik gunung?

Sumber: Freepik

Kalaupun Anda ibu rumah tangga, tidak berarti seluruh beban pekerjaan rumah tangga harus dilimpahkan pada Anda. Berikan suami tanggungjawab untuk pekerjaan tertentu; demikian juga anak-anak bisa mulai dibiasakan untuk mencuci piringnya sendiri atau membantu menyapu halaman. Hal ini baik agar anak tumbuh jadi anak yang mandiri dan ringan tangan.

Sumber: Freepik

Ini kebiasaan baik yang semakin tergerus akibat kesibukan dan kondisi jalanan yang semakin macet. Namun, bukan tak mungkin untuk dibiasakan lagi karena manfaatnya sungguh besar bagi tumbuh kembang anak. Mulailah dengan menjadwalkan makan bersama sekali seminggu. Jika berhasil, tingkatkan frekuensinya menjadi dua kali, dan seterusnya.

Sumber: Freepik

Salah satu cara untuk menerapkan pola makan yang lebih sehat, tak lain dengan tidak menyediakan makanan tidak sehat di rumah. Entah itu mi instan, minuman bersoda yang tinggi gula, atau jajanan serba manis. Sebagai gantinya, selalu sediakan kudapan sehat seperti buah atau puding. Buat infused water agar semua lebih rajin minum air putih. Selain itu, biasakan untuk memasak sendiri di rumah agar lebih terjaga kualitasnya.

Sumber: Freepik

Liburan keluarga bukan sekadar untuk bersenang-senang, tetapi juga untuk melepaskan stres, meningkatkan quality time, dan menciptakan kenangan manis untuk seluruh keluarga. Liburannya pun tidak harus fancy; Anda bisa mengeksplorasi tempat-tempat wisata domestik yang semakin cantik. Glamping atau hiking juga sangat direkomendasikan!

Manakah family goals yang menjadi tujuan Anda di tahun baru?

This Page is Under Construction