Family
5 Alasan Mengapa Anak Harus Lebih Banyak Bermain
SHARE THIS POST
0 0 0 0

Dunia anak sejatinya adalah dunia bermain, dan bermain adalah hak anak yang harus dipenuhi. Dengan bermain, mereka belajar mengenal siapa dirinya, dan belajar mengenal lingkungannya. Dalam rangka Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli ini, Anda perlu tahu alasan lain mengapa anak harus lebih banyak bermain.

Sumber: Unsplash

Dari aktivitas fisik, anak diberi kesempatan untuk mencoba hal-hal baru, menaklukkan rasa takut, dan membangun kepercayaan diri mereka. Sudah terbukti, anak-anak yang aktif secara fisik menunjukkan kepercayaan diri yang lebih tinggi daripada anak-anak lain. Mereka juga memiliki keinginan untuk berprestasi melalui kompetisi, begitu menurut Rae Pica, konsultan di Earlychildhood News. Setiap gerakan baru membutuhkan latihan untuk menguasainya. Ketika sebelumnya takut memanjat pohon, dan akhirnya berhasil menapaki dahan demi dahannya, rasa percaya diri anak membuncah. Mereka pun tergerak untuk menaklukkan tantangan yang lebih besar.

Sumber: Unsplash

Bermain itu membuat anak bertumbuh dan berkembang tanpa menyadarinya. Ketika menyentuh jari-jari kaki, mereka belajar mengenai koordinasi, keseimbangan, dan hubungan spasial. Ketika bermain dengan bola, mereka menguatkan keterampilan motorik halus. Sementara itu, menari mengajarkan mereka mengenai ritme dan gerakan yang sesuai irama. Bermain, dengan sendirinya juga membuat fisik mereka lebih kuat. “Anak yang bugar cenderung berpartisipasi dalam olahraga, dance, games, dan aktivitas fisik lain yang meningkatkan kekuatan dan daya tahan otot, fleksibilitas, daya tahan pernapasan dan jantung, dan komposisi tubuh,” jelas Pica, sambil menambahkan bahwa aktivitas fisik membuat anak tidak cepat lelah

Sumber: Unsplash

Anak juga harus lebih banyak bermain untuk membangun keterampilan sosialnya. Ketika anak bermain dalam tim soccer di sekolah, tidak masalah siapa yang memenangkan pertandingan. Dari situ mereka lebih banyak belajar bekerja sama, membangun masing-masing kekuatan, mengusahakan yang terbaik dari dirinya, saling memotivasi, dan saling mendukung. Ketika bermain dokter-dokteran, anak juga berbagi tugas siapa yang menjadi dokter dan siapa yang menjadi pasien.

Sumber: The Parents Diary

Ketika orangtua atau pengasuh anak menunjukkan gerakan jumping jacks, bagaimana melempar bola, atau mengajak anak bernyanyi, anak-anak bukan hanya melatih keterampilan fisiknya tetapi juga membangun interaksi yang lebih berkualitas dengan orangtuanya. Di sisi lain, orangtua juga jadi lebih terlibat dalam kehidupan anak. Ketika lebih aktif bermain dengan anak ketimbang cuma mengawasi, Anda juga jadi paham apa yang paling disukai anak: apakah menyanyi, main bola, atau sekadar saling bercerita?

Sumber: Freepik 

Seperti yang telah disampaikan banyak ahli, bermain itu seperti pekerjaan anak. Bermain memungkinkan anak bersosialisasi, berkembang, dan memelajari keterampilan baru, sekaligus belajar mengenal diri mereka sendiri. Bermain sudah menjadi rutinitas harian, yang tanpa mereka sadari juga berkembang menjadi gaya hidup yang sehat dan aktif.

Setelah mengetahui alasan mengapa anak harus lebih banyak bermain, yuk temani si kecil bermain kapanpun Anda bisa.

This Page is Under Construction