Family
5 Kebiasaan Anak yang Perlu Ditiru Orang Dewasa
SHARE THIS POST
0 3 0 0

Sebagai orangtua, Anda pasti merasa memiliki kewajiban untuk mengajarkan mereka sopan santun dan budi pekerti. Anak mungkin sudah pintar mengucapkan tolong atau terima kasih, tetapi mungkin mereka lebih sering membuat Anda jengkel. Bukan sekali dua kali mereka merusak peralatan rumah tangga, atau terus-menerus merengek minta dibelikan mainan yang mereka lihat di YouTube. Kalau sudah begini, rasanya hilang kesabaran Anda.

Namun, percayakah Anda bahwa anak-anak ternyata juga memiliki sifat-sifat polos yang mengajarkan banyak hal positif untuk orangtuanya? Anak-anak bisa mengajarkan Anda untuk memiliki harapan, menerima kesalahan, mencoba hal-hal baru, tidak mendendam, juga tidak terlalu serius dalam menghadapi situasi yang menyedihkan.

Menyambut Hari Anak Nasional yang jatuh setiap tanggal 23 Juli ini, ada baiknya Anda merenungkan kembali perilaku anak sehari-hari. Karena, ada banyak kebiasaan anak yang perlu ditiru orang dewasa agar Anda menjadi lebih santai dan bijak dalam menjalani hidup.

Sumber: iStock

Lebih banyak bertanya Ingatkah bagaimana anak selalu bertanya, “Kenapa?”. Hal ini menjadi pertanyaan mendasar yang berawal dari rasa ingin tahunya yang besar. Anak boleh-boleh saja tidak mengetahui jawaban dari pertanyaan-pertanyaan itu karena mereka masih kecil. Bukankah masa kecil atau masa muda itu identik dengan kurangnya pengetahuan atau pengalaman? Namun, sebagai orang dewasa seringkali Anda memilih untuk berpura-pura mengetahui jawabannya karena takut dianggap tidak berpengalaman atau tidak berwawasan.

Sumber: Freepik

Tidak takut mencoba hal-hal baru Kapan terakhir kali Anda mencoba sesuatu yang baru? Belajar bahasa asing, mencoba petualangan river tubing, atau sekadar keluar dari zona nyaman Anda? Anak-anak tidak takut mencoba bermain ice skating walaupun mereka berulang kali jatuh, sebab mereka tidak takut terlihat konyol. Sedangkan sebagai orang dewasa, Anda cenderung menghindari sesuatu karena akan menghabiskan energi. Padahal, sesuatu yang baru itu tidak harus sesuatu yang menuntut kemampuan fisik. Menjadi relawan dalam suatu kegiatan, atau mencicipi makanan yang sebelumnya Anda anggap tidak enak juga bisa.

Sumber: Freepik

Tidak memikirkan hal-hal yang sudah berlalu Ketika sedang bermain di playground, anak mungkin akan bertabrakan dengan anak lain sehingga membuatnya menangis. Mungkin ia merasa terkejut dan sedikit sakit, tetapi ketika Anda mendamaikan mereka, dengan cepat mereka melupakan peristiwa tersebut dan bermain bersama lagi. Nah, bisakah Anda belajar memaafkan dan melupakan seorang teman yang mengatakan hal-hal buruk tentang Anda? Bagaimana pun, menyimpan rasa benci dan terus mendendam hanya akan menimbulkan rasa tak nyaman pada diri Anda kan?

Sumber: Freepik

Mudah menikmati hal-hal yang sederhana Anak-anak senang sekali ketika Anda mengatakan mereka boleh ikut ke kantor pada hari Sabtu ketika Anda harus pindahan ke ruangan lain. Mereka juga begitu ceria ketika tiba waktunya pulang sekolah karena mereka bisa segera bermain di rumah. Anak-anak memang selalu punya kemampuan untuk bersenang-senang. Mereka juga mudah sekali menertawakan sesuatu yang Anda anggap tidak lucu. Ingatkah ketika ia tertawa keras karena bisa menemukan tempat persembunyian Anda saat bermain petak umpet?

Sumber: Freepik

Mengungkapkan dengan jujur apa yang dirasakan

Kalau seorang anak tidak menyukai sesuatu, mereka akan langsung mengungkapkannya. Jika sesuatu yang menyenangkan terjadi, mereka pun akan langsung melonjak untuk mengekspresikan kebahagiaannya. Inilah yang sulit dilakukan orang dewasa. Anda sering terpaksa menyembunyikan perasaan yang sebenarnya karena takut menyinggung perasaan orang lain. Anda khawatir dengan pendapat orang lain tentang Anda, dan cenderung menghindari konflik. Padahal, yang Anda khawatirkan belum tentu terjadi kan? Dengan kepolosannya anak bisa berbicara jujur, dan inilah yang perlu Anda tiru.

Nah, manakah dari sikap dan kebiasaan anak ini yang ingin Anda tiru?
This Page is Under Construction