Lifestyle
Api Abadi Mrapen Menyala di GBK, Ini Asal Muasalnya
SHARE THIS POST
0 0 0 0

Pembukaan Asian Games 2018 berlangsung spektakuler. Stadion utama Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta menjadi sorotan dunia. Hashtag di Twitter #OpeningCeremonyAsianGames2018 menjadi trending di dunia. Salah satu kemegahan panggung opening ceremony Asian Games 2018 adalah replika gunung lengkap dengan air terjun dan gunung api.

Pawai Obor Api Asian Games 2018 akhirnya mencapai puncaknya di GBK. Torch Relay Asian Games yang berawal dari Mrapen 18 Juli 2018. Penyalaan api obor Asian Games 2018 dari Indonesia pun dilakukan di lokasi Api Abadi Mrapen, Jawa Tengah. Api Abadi Mrapen kemudian dipersatukan dengan Api India, di Prambanan. Lalu tiba di GBK 18 Agustus 2018.

Sumber: Blogspot

Apa sih Api Abadi Mrapen? Ini asal muasalnya!

Api Abadi Mrapen merupakan fenomena geologi, berupa api yang menyala di atas tanah sebagai akibat dari terbakarnya gas alam yang muncul ke permukaan bumi. Mrapen adalah dukuh lokasi api abadi ini berada. Penamaannya berasal dari kata ‘prapen’ yang artinya perapian. Di kalangan masyarakat setempat, api ini dikenal dengan Kyai Mrapi/Nyai Mrapi.

Hikayat Api Abadi Mrapen berawal sejak masa runtuhnya Kerajaan Majapahit tahun 1478 M. Saat itu Majapahit takluk atas Kesultanan Demak Bintoro. Sebagai kerajaan penakluk, Demak Bintoro berkehendak untuk memindahkan benda milik kerajaan Majapahit ke Demak. Perpindahan ini dipimpin oleh Sunan Kalijaga. Melihat banyak rombongan yang merasa lapar, haus, dan lelah, Sunan Kalijaga memutuskan untuk istirahat dalam perjalanan pulang ke Kesultanan Demak. Sunan Kalijaga kemudian melihat anggota rombongan yang membawa bahan makanan mentah. Mereka kesulitan menghidupkan api untuk memasak dan mendapatkan air di sekitar lokasi.

Sumber: Travelingyuk, 108Jakarta

Muncul dua versi pandangan cerita tentang terjadinya Api Abadi Mrapen ini.

Pertama, Sunan Kalijaga menancapkan tongkat ke tanah. Saat tongkat dicabut, terjadi gesekan antara tongkat kondisi tanah yang mengandung gas alam. Gesekan inilah yang akhirnya berhasil memantikkan api.

Kedua, keberadaan api memang sudah ada. Namun karena terbias sinar matahari, Sunan Kalijaga menunjukkan keberadaan api dengan menggesekkan tongkatnya agar lebih terlihat oleh rombongan.

Api Abadi Mrapen juga menjadi lokasi produksi beberapa senjata Kesultanan Demak Bintoro yang diproduksi oleh Empu Supo. Antara lain Kyai Sengkelat, Kyai Nogosiluman luk 13, dan Kyai Nogowelang luk 13.

Menarik ya kisah asal muasal Api Abadi Mrapen yang dinyalakan untuk Asian Games 2018. Indonesia punya ragam hikayat unik dan khas nusantara. Asian Games 2018 dengan Indonesia sebagai tuan rumah menjadi ajang menunjukkan prestasi atlet juga mempromosikan keragaman budaya nusantara.

(sumber: Sosialisasi Torch Relay Kemenko PMK)

This Page is Under Construction