Lifestyle
Bahasa Millenial Melanggar Janji Sumpah Pemuda?
SHARE THIS POST
0 0 0 0

Sumber: Freepik

Cara bicara dan menulis kalangan millennial kerap jadi perhatian. Bahkan sempat menjadi trending topic di medsos tentang gaya bahasa campuran, Bahasa Indonesia dan bahasa asing. Tahu dong topik yang pernah trending, tentang gaya bicara anak selatan yang kerap mencampur bahasa Inggris dan Indonesia.

Lantas apa ada yang salah dengan gaya bahasa ini? Apalagi kalau mengingat kembali salah satu janji Sumpah Pemuda, berbahasa satu Bahasa Indonesia, apa lantas fenomena kekinian melanggar bahkan tidak menghargai perjuangan pemuda pendahulu yang berusaha menjaga bahasa persatuan?

Catatan dari Anwari Natari, dosen bahasa Indonesia di STHI Jentera yang juga pengajar editing & creative writing, bisa menjadi jawabannya.

Sumber: Amazonaws

Bukan Hal Baru

Gaya bicara campur-aduk sebenarnya sudah ada sejak lama, bukan hanya kalangan milenial. Hanya saja sekarang jadi lebih masif karena teknologi komunikasi makin mudah didapatkan/digunakan. Maka, pengaruh bahasa asing atau pengaruh tren campur-aduk jadi lebih mudah menyebar. Jadi, mencampur bahasa saat bicara atau menulis bukan hal baru, sudah ada sejak lama, namun kini lebih cepat menyebar bahkan meluas seakan tak berbatas.

Sumber: Apartnership

Tertib Berbahasa

Mencampur-aduk bahasa harus paham tempat dan waktu. Jika seseorang berbahasa campur-aduk, lebih tepat jika dilakukan di kalangan terbatas, secara lisan, bukan di media daring atau medsos.

Jika campur-adukĀ  bahasa dilakukan di medsos sebenarnya orang tersebut yang akan merugi. Tahu dong kalau zaman now, perusahaan merekrut karyawan mempertimbangkan profil medsos seseorang. Kalau tidak tertib berbahasa, campur-aduk kapan saja di mana saja, pemberi kerja akan melihat gaya bicara yang tidak konsisten. Meski tak lantas semua pemberi kerja melihat itu, kebiasaan tidak konsisten ini dapat menjadi penghalang peluang seseorang.

Jadi, menurut Anwari, sebagai pengajar dirinya tetap menyarankan siapa pun untuk tertib berbahasa. Apalagi jika menggunakan media yang akan dilihat banyak orang.

Sumber: Media Beritagar

Tidak Alergi Berbahasa Indonesia

Selama kita tidak alergi menggunakan Bahasa Indonesia, Anwari mengatakan, semangat Sumpah Pemuda tidak akan tercoreng. Apalagi jika menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar di forum penting.

Boleh saja terampil berbahasa asing, tapi anak muda juga harus berusaha lebih terampil berbahasa Indonesia. Jangan jadi alergi berbahasa Indonesia jika ingin merawat semangat Sumpah Pemuda.

Sumber: Freepik

Kenali Kehebatan Bahasa Indonesia

Dengan mengenali kelebihan dan kehebatan Bahasa Indonesia, kecintaan akan muncul. Salah satu caranya menurut Anwari, menunjukkan kekayaan kalimat, kosa kata Bahasa Indonesia, kepada milenial. Cara lainnya menunjukkan karya besar dan indah, seperti novel Indonesia, begitupun puisi.

This Page is Under Construction