Food
Bolehkah Anak Minum Kopi?
SHARE THIS POST
0 0 0 0

Kebiasaan orangtua menikmati kopi di gerai kopi premium, entah diminum di tempat atau melalui layanan pesan antar, memang sering ditiru anak. Mereka seolah tahu budaya minum kopi saat ini, dan ingin terlibat di dalamnya. Tak heran anak jadi selalu ingin ikut memesan minuman, entah itu minuman dingin atau panas. Kebanyakan dari mereka memilih minuman non kopi seperti green tea cream frappuccino atau cokelat panas. Namun, ada juga yang mulai suka dengan vanilla latte atau mocha frappe dengan rasa kopi yang samar-samar.

Hal ini sering memancing tatapan tak setuju dari orangtua lain. Haruskah anak dibiasakan memesan minuman dari gerai kopi premium? Lebih dari itu, sebenarnya bolehkah anak minum kopi? Apa akibatnya jika anak rutin minum kopi? Di usia berapa anak boleh minum kopi?

Kebanyakan anak memang tidak akan minum kopi sampai mereka remaja. Namun, anak masih bisa mengonsumsi kafein dalam jumlah terbatas. Departemen Kesehatan Canada, atau Health Canada, misalnya, membolehkan anak usia 4-6 tahun untuk mengonsumsi 45 mg kafein (setara dengan sekaleng minuman cola ukuran 350 ml). Kemudian, untuk anak usia 7-9 tahun sebanyak 62,5 mg, dan anak usia 10-12 tahun sebanyak 85 mg.

Meskipun begitu, kalangan dokter tetap tidak menyarankan anak untuk minum minuman yang berkafein.

“Minuman-minuman yang mengandung kafein – termasuk teh, kopi, dan energy drinks – tidak cocok untuk anak-anak,” kata Nicki Murdock, Presiden Divisi Pediatri di Royal College of Physicians. “Konsumsi kafein bisa meningkatkan risiko kesehatan untuk anak, termasuk meningkatnya kadar kecemasan, masalah tidur, dan kesehatan gigi. Kami menyarankan air putih, susu, atau jus buah yang diencerkan saja untuk anak.”

Beberapa fakta tentang efek minum kopi ini juga perlu Anda pertimbangkan.

     Sumber: Doctormums

Bagaimanapun, kafein adalah stimulan yang efeknya terasa langsung. Selain memberikan kewaspadaan mental, kafein juga meningkatkan debar jantung dan tekanan darah, serta membuat Anda tetap terjaga saat Anda mestinya sudah tidur. Kadang-kadang, kafein juga membuat perut mulas dan jantung berdebar kencang.

Sumber: Freepik

Meningkatkan energi adalah alasan utama orang minum kopi. Iklan-iklan energy drink (yang juga mengandung kafein) selalu menggambarkan keperkasaan atau kemampuan daya tahan seseorang. Kebanyakan anak yang masih kecil sudah punya banyak energi tanpa membutuhkan dorongan dari kopi. Jadi kopi sebaiknya tidak diberikan untuk anak di bawah 12 tahun. Mereka masih akan mengonsumsi kafein dari jenis minuman lain seperti coke, soda, atau cokelat panas. Namun, kafein dalam kopi akan terlalu keras untuk mereka.

Sumber: Philstar

Ada anggapan bahwa ketika anak minum kopi, hal itu bisa mengganggu penyerapan kalsium dan akibatnya memengaruhi pertumbuhan tulang mereka. Namun, hanya sedikit bukti yang mendukung pernyataan ini khususnya di negara-negara Skandinavia di mana anak-anak sudah mulai minum kopi saat masih kecil. Mereka juga tetap tumbuh sehat, dan seringkali tubuh mereka sangat tinggi.

Sumber: Mamamia

Judith Owens, Direktur Center for Pediatric Sleep Disorders di Boston Children’s Hospital mengatakan, kafein memang akan mengurangi rasa mengantuk. Hal ini mungkin akan membantu untuk anak kuliah yang harus mengerjakan tugas-tugas kampus. Namun, ingat juga sisi buruknya. “Anda akan lebih sulit tidur dan pergeseran waktu tidur pada malam hari,” katanya. Bayangkan jika anak-anak yang seharusnya sudah tidur terpaksa terjaga sampai larut malam.

Sumber: Idiva

Kebanyakan dari Anda tentu sudah tahu akibat jika mengonsumsi terlalu banyak kafein, dari insomnia, sakit kepala, kurang konsentrasi, dan meningkatnya denyut jantung. Itu bukan pengalaman yang menyenangkan, dan anak-anak tidak perlu terlalu banyak mengonsumsi kafein sampai efek tersebut terjadi.

Nah, kalau anak sudah remaja, Anda tak perlu mengkhawatirkan paparan kafein pada mereka. Sebab, tidak ada bukti mengenai kerugian kafein yang akan dialami remaja. Tidak ada salahnya minum kopi untuk kebutuhan pergaulan, tetapi tetap sarankan untuk tidak menambahkan gula dan susu, ya.

This Page is Under Construction