Lifestyle
Cara Bahagia Anak Zaman Now
SHARE THIS POST
0 0 0 0

Bahagia tanda sehat mentalnya? Setuju dong. Sesibuk dan sepadat apa pun pekerjaan jangan lupa berbahagia. Terus bagaimana sih cara bahagia? Bagaimana juga cara millennial berbahagia?

Sumber: Korea.Iyaa.Com

Kalau boyband BTS asal Korea, aktif mengkampanyekan pesan positif #LoveMySelf. BTS mendapat kesempatan berpidato di forum internasional PBB, mengajak anak muda mencintai diri sendiri. Ini bisa dimaknai positif lho, mencintai diri bukan soal narsisme, tapi lebih kepada melakukan hal positif termasuk berbahagia, mengakui kelemahan diri namun tetap fokus pada kekuatan. Kim Nam Joon anggota BTS mewakili pesan ini di PBB.

Oya, tahu kan kalau setiap 10 Oktober diperingati sebagai Hari Kesehatan Mental Sedunia. Badan Kesehatan Dunia, WHO juga selalu aktif mengkampanyekan sehat mental. Salah satu caranya hindari depresi pun mengatasinya jika mulai muncul tanda. Jadi pribadi yang bahagia sehat mentalnya.

Nah kembali ke pertanyaan awal, bagaimana sih millennial membahagiakan dirinya?

Mengeksplorasi hobi, jalan-jalan hibur diri, membeli barang yang memenuhi kebutuhan eksplorasi hobi, memiliki pekerjaan dengan reward setimpal, dan fleksibilitas waktu kerja, ini sebagian kesimpulan kebahagiaan millennial.

Timothy pemilik akun Instagram @timo_wp misalnya, mengakui menabung untuk bisa liburan membuatnya bahagia. Selain itu, mampu membeli kamera idaman misalnya untuk memenuhi hobi motret dan jalan-jalan, juga bikin bahagia.

“Fleksibilitas waktu dalam bekerja dengan gaji ideal juga bikin bahagia, ha ha ha,” tuturnya.

Lain lagi dengan Valya pemilik akun Instagram @valya_anisya. Simpel saja katanya untuk bahagia, dengan membaca karena bisa membawanya mengeksplorasi hal menarik di luar rutinitas.

Di luar itu ada yang membuat Valya berbahagia, “Bahagia itu ketika orang lain menghargai apa yang kita kerjakan. Cukup bilang kata positif misal bagus, itu bisa bikin senyum di wajah enggak hilang, ha ha ha.”

Kalau Urmila mengaku bahagia dengan eksplorasi destinasi wisata dan belanja. “Pekerjaan bergaji besar juga bikin bahagia,” kata pemilik akun Instagram @urmilamile

Apa pun cara bahagia asal enggak lupa berbahagia meski rutinitas tak ada habisnya. Seperti kata psikolog keluarga Arif Samil, millennial yang memang sudah terpapar internet dan akses informasi tanpa batas, paling senang mengeksplorasi diri.

Millennial mencari tahu tentang dunia lewat gadget dalam genggamannya. Dunia seperti dalam genggaman. Arif Samil yang juga adalah trainer dan coach Mindinsight mengatakan jika millennial mencari penyaluran hobi atau penyaluran atas rasa ingin tahunya yang besar, justru sehat mentalnya. Pada periode ini millennial akan terus mengeksplorasi.

Nah, menurutnya, tugas orangtua dan orang dewasa di sekitarnya mendampingi tanpa menghakimi. Supaya tetap sehat mentalnya, berbahagia sesuai zaman dan siklus hidupnya, namun tetap memiliki penyaluran yang positif.

Kalau kamu, apa yang bikin bahagia?

This Page is Under Construction