Family
Daripada Menyesal, Pertimbangkan Hal Ini Sebelum Menunda Kehamilan Kedua
SHARE THIS POST
0 0 0 0

Banyak pasangan yang tidak menemukan hambatan saat hamil anak pertama, sehingga merasa kondisi mereka cukup sehat untuk menjalani kehamilan kapan saja. Mereka pun memutuskan untuk menjalani program KB atau menunda kehamilan kedua.  Ternyata, kehamilan kedua tidak selalu mudah, begitu menurut ahli kebidanan dan kandungan Cynthia Austin, MD. Hal ini sering menimbulkan penyesalan bagi kaum perempuan yang baru mengharapkan punya anak lagi setelah sekian tahun. Karena itu, pertimbangkan lima hal ini sebelum Anda memutuskan untuk menunda kehamilan kedua.

Sumber: Freepik

Hamil untuk kedua kalinya mungkin tidak akan semudah yang pertama. Masalah bisa muncul meskipun usia Anda di akhir 20-an atau awal 30-an. Sebab, kualitas sel telur pada kaum perempuan mulai menurun setelah kelahiran anak pertama.

“Perempuan di usia pertengahan atau akhir 30-an kemungkinan mengalami secondary infertility juga lebih besar karena sel telur akan berkurang seiring bertambahnya usia,” kata Dr. Austin.

Sumber: Freepik

Kaum pria tidak menyadari bahwa usia, kesehatan, atau pengobatan kadang-kadang memengaruhi kualitas atau kuantitas sperma. Atau, bahwa mengonsumsi suplemen testosteron atau membuat testis terpapar udara panas juga menurunkan kualitas sperma.

“Ada alasan mengapa testis itu ada di luar tubuh. Kalau terlalu hangat, entah karena pakaian yang terlalu ketat atau terpapar peralatan elektronik terus-menerus, bisa memengaruhi jumlah sperma,” jelas Dr. Austin.

Sumber: Freepik

Sindrom ketidakseimbangan hormon ini bisa mengganggu ovulasi, dan menjadi penyebab umum ketidaksuburan kedua. Kalau menstruasi Anda cenderung tidak teratur atau bahkan tidak mens selama berbulan-bulan, coba periksakan diri ke dokter untuk melihat kemungkinan sindrom ini. Ketidaknormalan yang dipicu tindakan operasi sebelumnya atau infeksi juga bisa menyebabkan infertilitas.

Sumber: Freepik

Overweight, baik pada pria maupun wanita, bisa menjadi penyebab Anda sulit hamil. Pada kaum perempuan, bertambah gemuk bisa mengakibatkan resistensi insulin dan meningkatnya kadar testosteron yang bisa menahan ovulasi. Tingkat implantasi telur yang sudah dibuahi pada lapisan dinding rahim juga lebih rendah kalau Anda overweight (atau underweight) daripada yang berat badannya normal. Pada pria, kelebihan berat badan bisa meningkatkan kadar estrogen yang memicu penurunan jumlah sperma.

Sumber: Freepik

Perubahan hormon dan risiko pada penyakit-penyakit tertentu seperti polip, kista, dan fibroid mulai nampak setelah persalinan pertama, dan hal itu bisa memengaruhi kesuburan. Penyakit-penyakit lain seperti diabetes, tiroid – baik hiper maupun hipo – juga mulai menunjukkan gejala-gejalanya setelah kehamilan pertama.  Itu yang menyebabkan kehamilan kedua menjadi lebih sulit daripada yang pertama. Hal ini juga berlaku pada pria. Gaya hidup yang kurang sehat, seperti banyak merokok, minum minuman beralkohol, kerap begadang atau kurang tidur, juga memengaruhi kesehatan tubuh secara umum.

Nah, kalau Anda berusia 36 tahun dan sudah mencoba tiga atau empat siklus menstruasi untuk hamil tanpa membuahkan hasil, jangan menunggu terlalu lama untuk ke dokter. Kalau Anda masih ingin menambah anak, lebih baik lakukan saat si sulung sudah berusia 2 atau 3 tahun atau dianggap sudah cukup besar untuk bisa bermain dengan adiknya.

This Page is Under Construction