Family
Ini Ragam Tradisi Natal ala Keluarga Indonesia
SHARE THIS POST
0 0 0 0

I’ll be home for Christmas/ You can plan on me/ Please have snow and mistletoe/ And presents on the tree….

Hm… mendengar alunan lagu tersebut rasanya ingin target kerja segera tercapai dan Anda bisa buru-buru mengambil cuti untuk menikmati Natal bersama keluarga. Bagaimana pun, keluarga lah yang pertama kali membentuk kebiasaan unik saat merayakan Natal. Inilah beragam tradisi Natal ala keluarga yang selalu membekas dalam ingatan.

Sumber: GoBankingRates

Memutar lagu-lagu Natal Begitu November berakhir, lagu-lagu Natal seperti Silent Night, O Holy Night, Panis Angelicus, The Christmas Song, dan lain sebagainya mulai berkumandang di mana-mana. Hampir setiap tahun ada album Natal baru dengan irama pop yang ringan, hip hop, atau rock. Toh, lagu-lagu Natal yang dibawakan penyanyi atau grup-grup lawas dari Motown tak pernah terasa bosan saat didengarkan. Ya, meskipun Hari Natal jatuh pada 25 Desember, tapi sejak awal Desember mall-mall sudah mulai memutar lagu Natal. Suasana Natal sangat terasa, dan pasti bikin kangen Anda yang tidak tinggal bersama keluarga.

Sumber: Freepik

Mudik Mudik bukan cuma tradisi umat muslim saat Lebaran. Umat Kristen dan Katolik juga punya tradisi ini. Mereka yang tinggal berjauhan dari keluarga pasti sejak jauh-jauh hari sudah memesan tiket mudik untuk pulang menemui ayah ibu dan saudara-saudara. Rindu akan kehangatan yang memancar dari rumah mungil keluarga Anda. Rindu untuk bertingkah bagai anak-anak lagi, saling bergosip dengan kakak atau adik mengenai karier dan kisah cintanya. Tak terkecuali, tentunya, rindu akan masakan ibunda yang jadi kegemaran Anda waktu kecil.

 

Sumber: Freepik

Menghias Gua Natal atau Pohon Natal

Saat masih sekolah, Anda pasti sering kebagian tugas membuat Gua atau Kandang Natal. Gua dibuat dari kertas kantong semen yang diremas-remas, dicat, diberi rumput-rumputan, patung keluarga Yesus berikut para gembala, kuda, dan domba-dombanya. Terakhir, Anda memasang gumpalan kapas di sana-sini sebagai salju. Walaupun jarang terjadi, Israel juga pernah mengalami white christmas. Sampai sekarang masih ada keluarga-keluarga yang membangun Gua Natal, tapi banyak juga yang lebih suka menghias Pohon Natal.

Sumber: Mobsea

Tukar-menukar kado Tradisi tukar kado bermula dari kisah datangnya tiga Majus dari Timur yang datang mengunjungi Yesus yang baru dilahirkan dengan membawa mas, dupa, dan mur. Ada pula kisah tentang Santa Claus yang suka membagi-bagi hadiah untuk anak kecil. Santa Claus merupakan gambaran mengenai sosok Santo Nicholas, uskup Yunani di abad ke-4 yang memang dikenal sebagai pemberi hadiah. Berangkat dari dua kisah tersebut, akhirnya tukar kado menjadi salah satu tradisi Natal yang melekat hingga sekarang.

Sumber: Urbanfaith

Ke gereja bareng Siapa yang Misa Malam Natal-nya suka nebeng ke gereja dari paroki lain yang punya koor yang bagus? Hm… rasanya ingin bertepuk tangan saat mendengar suara emas anggota koor ini menyanyikan lagu-lagu Natal klasik dengan indahnya. Berdoa jadi makin khusyuk saat diiringi lagu-lagu yang syahdu. Ke gereja bersama keluarga, atau janjian dengan teman-teman masa sekolah, jadi sama-sama menyenangkan!

Sumber: WordPress

Memasak masakan Natal keluarga Sebagai negara bekas jajahan Belanda, Indonesia banyak mewarisi tradisi kuliner negara tersebut. Selain cookies seperti kaasstengels, nastar, putri salju, sagu keju, katte tong (lidah kucing), kue kacang, dan berbagai inovasi lain, biasanya sudah disiapkan beberapa hari sebelum Natal. Pada tanggal 25 pagi, barulah keluarga-keluarga menyiapkan hidangan seperti macaroni schotel, sup merah, pastel tutup (vleis pastei), galantine, juga cake seperti spekkoek (kelak sering disebut lapis Surabaya) dan klappertaart.

Sumber: Freepik

Menerima tamu Dulu, orangtua sering menerima tamu-tamu dari rekan kerja yang berbeda keyakinan, atau anak buah yang ingin sowan ke atasannya. Selain itu, tamu-tamu juga datang dari keluarga besar. Menyuguhkan hidangan Natal yang sudah Anda siapkan bersama kakak-adik tadi tentunya menciptakan momen kebersamaan yang indah, ya kan? Yuk, hidupkan kembali tradisi mengunjungi keluarga atau teman-teman dekat ini agar kehangatan masa lalu hadir kembali.

Nah, apa tradisi Natal yang biasa Anda lakukan bersama keluarga?

This Page is Under Construction